Warga Tembilahan Kian Resah, Korban Gigitan Monyet Terus Bertambah 15 Orang

Nasional29 Dilihat

VALIDUPDATE.COM, INDRAGIRI HILIR — Jumlah korban gigitan monyet liar di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, terus bertambah. Hingga kini, tercatat sudah 15 warga dan anak-anak mengalami luka serius akibat serangan satwa tersebut. Selasa (4/8/2026)

Teror satwa liar kembali merajalela dan meresahkan warga Kota Tembilahan. Empat warga termasuk anak-anak kembali menjadi korban serangan monyet liar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Para korban mengalami luka robek cukup parah di bagian punggung, kepala, tangan, hingga paha. Seorang balita berusia empat tahun bahkan harus mendapatkan perawatan intensif akibat luka gigitan di bagian leher.

Hingga saat ini, satwa liar tersebut masih menghantui masyarakat. Meski telah berkali-kali dikepung oleh tim gabungan bersama warga setempat, monyet liar tersebut selalu berhasil lolos dari kepungan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail mengatakan Guna menangani ancaman ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk penanganan penangkapan satwa. Selain itu, Pemkab Inhil juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis para korban.

“Kami bersama warga setempat telah berulang kali mengepung keberadaan monyet liar ini, namun satwa tersebut selalu berhasil lolos dari kepungan. Guna menangani ancaman ini, Pemkab Inhil telah berkoordinasi dengan BKSDA Riau untuk penanganan penangkapan satwa,” ujarnya.

Sementara itu, pihak RSUD Puri Husada Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. Firman Nurdiansyah mengatakan bahwa para korban saat ini sedang menjalani perawatan medis akibat luka serangan satwa tersebut.

“Para korban saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan akibat luka robek di bagian punggung, kepala, tangan, paha, hingga leher pada balita berusia empat tahun. Kami membenarkan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis para korban ditanggung atau gratis,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *