Mengapa Tembilahan Disebut Negeri Seribu Parit?

Seni & Budaya21 Dilihat

Tembilahan (validupdate.com) – Adalah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Ibokota Tembilahan, terletak di pesisir timur Provinsi Riau yang memiliki julukan unik dan begitu melekat di hati masyarakatnya, yakni  “Negeri Seribu Parit”. Julukan ini  lahir dari kondisi geografis, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang sangat dekat dengan keberadaan parit-parit air di wilayah tersebut.

Bagi masyarakat luar daerah, julukan ini mungkin terdengar menarik sekaligus menimbulkan pertanyaan. Mengapa harus “seribu parit”? Apakah benar jumlah parit di Tembilahan sebanyak itu? Jawabannya tentu bukan hitungan harfiah, melainkan gambaran tentang begitu banyaknya jaringan parit yang membentang di kawasan Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya Tembilahan sebagai ibu kota daerah.

Kehidupan yang Tak Pernah Jauh dari Air

Tembilahan berada di wilayah dataran rendah dan rawa yang dipengaruhi banyak sungai besar maupun anak sungai. Kondisi tanahnya yang lembap dan sering tergenang membuat masyarakat sejak dahulu harus beradaptasi dengan lingkungan perairan.

Salah satu bentuk adaptasi itu adalah membangun parit-parit sebagai saluran air. Parit digunakan untuk mengalirkan air pasang, mencegah genangan, hingga menjadi jalur transportasi kecil bagi masyarakat.

Di berbagai sudut Tembilahan, parit mudah ditemukan mengelilingi permukiman, kebun, hingga jalan-jalan utama. Bahkan pada masa lalu, aktivitas masyarakat sangat bergantung pada jalur air tersebut.

Karena jumlahnya yang sangat banyak dan tersebar hampir di seluruh kawasan, masyarakat kemudian mengenal Tembilahan dengan sebutan Negeri Seribu Parit.

Warisan dari Masa Kerajaan dan Perkebunan

Keberadaan parit di Tembilahan tidak lepas dari sejarah panjang wilayah Indragiri Hilir. Pada masa Kesultanan Indragiri hingga era kolonial Belanda, pembangunan parit dilakukan untuk mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat.

Parit-parit dibuat untuk mengatur sistem pengairan di lahan gambut dan rawa agar bisa dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan kelapa, sagu, dan pertanian lainnya. Hingga kini, Indragiri Hilir dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia.

Bagi masyarakat setempat, parit bukan hanya saluran air, tetapi juga bagian penting dari kehidupan ekonomi. Banyak kebun warga yang terhubung langsung dengan parit sehingga memudahkan distribusi hasil panen menggunakan sampan atau pompong.

Di beberapa daerah, masyarakat bahkan masih memanfaatkan jalur parit sebagai akses utama menuju kebun maupun permukiman.

Identitas Budaya Masyarakat Tembilahan

Julukan Negeri Seribu Parit akhirnya berkembang menjadi identitas budaya masyarakat Tembilahan. Parit tidak lagi dipandang sekadar infrastruktur, tetapi bagian dari karakter kehidupan masyarakat pesisir yang akrab dengan air.

Kondisi geografis tersebut juga membentuk budaya gotong royong masyarakat dalam menjaga aliran parit agar tetap bersih dan berfungsi. Membersihkan parit menjadi aktivitas yang sudah lama dikenal dalam kehidupan warga.

Selain itu, keberadaan parit turut memengaruhi bentuk rumah, pola permukiman, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat Tembilahan. Banyak rumah dahulu dibangun dengan konsep rumah panggung untuk menyesuaikan kondisi lahan rawa dan pasang surut air.

Tidak heran jika suasana Tembilahan memiliki ciri khas tersendiri dibanding daerah lain di Riau.

Parit dan Kehidupan Modern

Meski zaman terus berubah dan pembangunan jalan darat semakin berkembang, parit masih menjadi bagian penting dari Tembilahan. Selain berfungsi sebagai saluran drainase, parit juga menjadi pengendali banjir di kawasan perkotaan.

Namun di sisi lain, perkembangan kota juga menghadirkan tantangan baru. Sebagian parit mengalami pendangkalan dan pencemaran akibat aktivitas masyarakat serta pembangunan yang semakin padat.

Karena itu, menjaga keberadaan parit menjadi tanggung jawab bersama agar identitas Negeri Seribu Parit tetap terpelihara.

Pemerintah daerah bersama masyarakat kini terus berupaya melakukan normalisasi dan menjaga kebersihan parit agar tetap berfungsi dengan baik.

Advertorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *