Wujud Nyata Kepedulian Kesejahteraan Umat, DMI Indragiri Hilir dan BPJS Ketenagakerjaan Tembilahan Jalin Sinergi Perlindungan Pegiat Masjid

Daerah13 Dilihat

VALIDUPDATE.COM, INHIL – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Indragiri Hilir bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tembilahan berkomitmen penuh dalam memperkuat penguatan umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petugas keagamaan.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui sosialisasi intensif program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang dikhususkan bagi pegiat masjid dan mushala di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Program perlindungan jaminan sosial ini menyasar elemen-elemen penting penggerak rumah ibadah, mulai dari Imam, Khatib, Marbot, hingga Muazin. Kehadiran program ini menjadi jawaban atas kebutuhan proteksi diri bagi para pekerja keagamaan yang telah mendedikasikan sebagian besar waktu dan hidupnya demi memakmurkan rumah Allah SWT.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Cabang Indragiri Hilir, H. Syaiful Anwar, S.Ag., M.Pd.I., dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa tugas memakmurkan masjid memiliki dimensi yang sangat luas, tidak melulu terbatas pada urusan ibadah ritual semata.

 “Tugas memakmurkan masjid bukan sekadar urusan ibadah ritual semata, melainkan juga mencakup penguatan umat dan kesejahteraan bagi mereka yang mendedikasikan waktunya untuk mengurus rumah Allah. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi ikhtiar kita bersama ini,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tembilahan, Wahyu Wibowo, menyampaikan bahwa pihak BPJS Ketenagakerjaan memberikan kemudahan akses proteksi dengan meluncurkan program stimulus berupa potongan iuran (diskon) sebesar 50 persen.

Dengan adanya kebijakan tersebut, para pegiat masjid kini hanya perlu membayar iuran yang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp28.400, yang di dalamnya sudah mencakup fasilitas tabungan jaminan sebesar Rp20.000.

Ini diharapkan mampu memberikan ketenangan lahir dan batin bagi para pekerja keagamaan selama mengemban tugas mulia di tengah masyarakat.

Dengan kepesertaan yang aktif, risiko sosial ekonomi yang berpotensi muncul akibat kecelakaan kerja atau hal-hal tak terduga lainnya dapat diantisipasi secara optimal.

“Sedia payung sebelum hujan adalah bagian dari ikhtiar. Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk ikhtiar kita untuk memberikan rasa aman bagi diri kita saat bertugas, sekaligus memberikan ketenangan bagi keluarga yang kita tinggalkan di rumah,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi jaminan sosial yang kuat ini, diharapkan motivasi dan ketenteraman para pegiat masjid di Indragiri Hilir dapat terus terjaga.

Langkah strategis ini juga diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya situasi kemasyarakatan yang kondusif, harmonis, serta mendukung penuh pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di tingkat lokal.