TEMBILAHAN (Validupdate.com) — Bupati Indragiri Hilir Herman menekankan pentingnya peningkatan patroli dan larangan membuka lahan dengan cara membakar saat memimpin Apel Siaga Darurat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.
Apel siaga yang digelar di halaman Kantor Bupati Indragiri Hilir itu menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, organisasi perangkat daerah, perusahaan perkebunan dan kehutanan, serta relawan penanggulangan bencana.
Dalam arahannya, Herman meminta seluruh pihak meningkatkan patroli terpadu dan pengawasan di wilayah rawan kebakaran guna mencegah munculnya titik api sejak dini.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar karhutla tidak terjadi di wilayah kita,” ujar Herman.
Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan, hingga masyarakat.
Pelaksanaan apel siaga tersebut merupakan tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat karhutla di Provinsi Riau serta instruksi pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sebelumnya juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla yang berlaku hingga November 2026 sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Selain peningkatan patroli, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memperkuat deteksi dini hotspot, menyiapkan personel dan peralatan pemadaman, serta melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan.
