Komisi X DPR Dorong Pengembangan Wisata Budaya dan Religi di Cirebon

Politik16 Dilihat

Cirebon (Validupdate.com) — Komisi X DPR RI mendorong pengembangan kawasan heritage di Cirebon melalui pengemasan sejarah yang kuat agar memiliki nilai edukasi, budaya, dan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Dewi saat mengikuti kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Keraton Kasepuhan, Kamis (21/5/2026).

Menurut Dewi, kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Cirebon tidak cukup hanya dijaga secara fisik, tetapi juga harus dikembangkan melalui pengemasan cerita sejarah yang kuat agar memiliki nilai edukasi, ekonomi, dan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

“Kalau ingin memajukan Cirebon dan membuat peninggalan sejarah bernilai serta bermanfaat, maka harus diciptakan paket wisata yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menilai kekuatan utama kawasan heritage di Cirebon terletak pada kekayaan kisah sejarah dan budaya yang dimiliki setiap keraton maupun situs bersejarah.

Karena itu, pengembangan wisata budaya dinilai perlu didukung kemampuan mengemas narasi sejarah secara menarik agar wisatawan tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga memahami nilai sejarah dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya.

“Nanti bisa dibuat wisata religi, wisata budaya, dan sebagainya. Kekuatannya harus pada pengemasan narasi sejarah dan pemasaran yang masif,” katanya.

Dewi menjelaskan, potensi wisata budaya di Cirebon juga dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan wisata religi dan kuliner khas daerah seperti nasi jamblang, soto aput, dan tahu gejrot.

Selain sektor pariwisata, ia menyoroti pentingnya peran akademisi dan perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya melalui penelitian dan dokumentasi sejarah.

“Maka di tempat-tempat itu harus ada inovasi untuk bisa membiayai diri sendiri. Di sini peran akademisi sangat penting,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan akademisi tidak hanya terbatas pada penelitian sejarah, tetapi juga mencakup kajian budaya, arsitektur, teknologi bangunan tradisional, hingga pengembangan model pelestarian heritage berbasis edukasi dan ekonomi kreatif.

Dewi menilai kawasan keraton di Cirebon memiliki banyak potensi penelitian yang dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah nasional maupun internasional.

“Hasil penelitian itu bisa menjadi dasar penting dalam mendukung kebijakan pelestarian cagar budaya yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pengelola keraton, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam mengembangkan kawasan heritage berbasis riset dan penguatan narasi sejarah.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar cagar budaya tidak hanya menjadi simbol sejarah masa lalu, tetapi juga mampu memberikan manfaat pendidikan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.